Senin, 09 Januari 2012

Konversi Lirik Lagu Budi Doremi Versi Pendidikan Karakter

Pendidikan Karakter merupakan salah satu dari upaya pemerintah untuk mengendalikan jiwa labil para pelajar. Yang mana karakter pemuda sering diibaratkan sebagai perahu kosong tanpa kendali dan tanpa layar yang mudah terbawa arus laut. Kemana gelombang laut berjalan, perahu tersebut tidak akan bisa dihentikan untuk melawan gelombang tersebut tanpa ada kapten, navigator dan krunya. Tinggal sejauh apa gelombang itu membawa perahu, ke arah daratan yang lebih aman, ke sisi laut lain yang lebih tenang atau justru dialirkan ke samudra yang penuh dengan gelombang besar yang membahayakan, hingga bukan tidak mungkin gelombang tersebut dapat menenggelamkan perahu kosong itu.
Untuk itu diperlukan seorang navigator yang dikendalikan oleh seorang kapten, didukung dengan kru yang solid serta fasilitas yang cukup untuk melindungi perahu dan kru yang ada di dalamnya hingga mencapai tujuan / tempat yang diharapkan. Jika Kapten beserta krunya mampu bekerja sama dengan baik, memiliki impian yang luar biasa, memiliki keinginan yang tinggi untuk mencapai sesuatu dan yakin mampu dapat mencapainya adalah bukan sesuatu hal yang mustahil bagi kru yang ada di dalam kapal tersebut untuk membentuk sebuah kapal yang besar.
Kapten yang saya ceritakan tadi saya ibaratkan sebagai pemerintah yang berkeinginan mulia untuk menerapkan perilaku berakhlak mulia pada pelajar. Navigator beserta krunya adalah tenaga pendidik yang harus berperan aktif membantu upaya pemerintah dan menerapkannya di lingkungan sekolah.
Tersengat dengan gencarnya penerapan pendidikan karakter di tengah-tengah kepribadian anak. Saya mencoba sedikit merubah lirik dari lagu Budi-Doremi yang memang sedang membooming di kalangan remaja.

Do..dodododododore
Rerererereremi
Mimimimimimifa
Fafafasolasido

Do...Doakan Bapak Ibuku
Re...Relakan Aku Belajar
Mi....Mimpi-mimpi yang di depan
Fa....Fasti dapat ku taklukan

So...Sperogan Luar Biasa
La..Lama-lama makin hebat
Si...Sikapi dengan bijaksana
Do...Doa sebagai pengingat

Tujuan saya menggunakan lagu dari bang Budi yang pertama seperti tadi saya sampaikan bahwa lagu ini sedang begitu digandrungi kalangan remaja. Kedua, instrumen musiknya yang unik, mudah diingat dan membawa ke suasana yang segar dan penuh semangat inilah yang menurut saya sangat tepat untuk saya ubah liriknya. Lirik yang saya tuliskan pada lagu di atas bertujuan untuk memberikan semangat kepada anak-anak dalam belajar, menumbuhkan keinginan besar untuk menaklukan mimpi namun tetap tidak lupa bahwa itu semua harus didukung dengan doa dan restu orang tua. Semoga penyanyi dan pencipta syair lagu Budi-Doremi dapat menerima apa yang saya tuliskan disini. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi kalangan pembaca khsusunya bagi para pelajar. Semoga ini menjadi bagian kecil dari wacana para guru super yang memiliki cita-cita mulia untuk menerapkan pendidikan karakter. Ini hanya tulisan kecil dan semoga para pembaca yang budiman juga bersedia untuk berbagi dalam menerapkan pendidikan karakter di negeri ini. Jaya Pendidikan Indonesia.
Guru Indonesia...Bisa...!!!

Sabtu, 07 Januari 2012

Orang itu berjalan diantara hujan dan harapan doa

Disela-sela musim hujan ini dan di saat Allah menurunkan air segarnya dari langit, hampir kebanyakan manusia menikmatinya dengan mencari kehangatan di rumahnya atau bahkan tidur nyenyak di sangkar hangatnya. Lain halnya dengan apa yang dilakukan kakek itu yang ternyata masih memiliki tanggungan anak kecil. Secara diam-diam kakek tersebut keluar dari rumah setelah anaknya tidur. Kakek tersebut keluar rumah jalan kaki sambil menikmati turunnya hujan.
Sampailah sang kakek di rumah temannya yang dulu pernah menjadi rekan kerjanya. Dengan nada merendah dan suara terbata-bata kakek tersebut berterus terang untuk meminjam sejumlah uang. Uang tersebut rencananya akan digunakan untuk menutupi kekurangan biaya yang dikeluarkan untuk membiaya anak kecilnya yang masih sekolah. Sayangnya temannya tersebut belum mampu untuk membantu sang Kakek. Dengan perasaan kecewa mungkin, namun dalam wajah beliau kuatkan dengan raut wajah tersenyum kakek tersebut mengucapkan terima kasih. Sang kakek berpamitan, berjalan begitu cepat dan masih tetap semangat di bawah rezki air yang Allah turunkan. Setidaknya kakek tersebut telah menunjukkan "ini lho ya Allah, aku nikmati hujanmu dengan tetap berikhtiar demi anakku. Aku keluar dari rumah untuk mencari nafkah, dan ini adalah pilihan terakhir. Namun Engkau telah mengetahui kan Allah, bahwa aku keluar bukan untuk meminta namun untuk untuk meminjam amanah dari orang-orang yang bisa membantuku". Kakek tersebut mungkin akan terus berjalan sampai Allah benar-benar membuktikan kemurahan-Nya. Bisa jadi pula ketika lelah kakek itu akan kembali ke rumah untuk sekedar melenyapkan rasa lelah. Semoga saja di tengah-tengah perjalanan, kakek itu benar-benar mendapat berkah dari turunnya hujan.
Ini adalah peristiwa yang menyentuh hati saya 1 (satu) hari yang lalu dan mungkin disaat itu kita sedang hangat-hangatnya berada di balik selimut. Coba bayangkan jika kita yang menjadi anaknya. Kakek tersebut sudah pulang saat kita masih nyenyak tidur. Di kala bangun dengan ringannya kita minta uang saku untuk beli makanan ringan. Dengan ringannya kita menanyakan makanan apa saja yang bisa dimakan. Dengan mudahnya kita ngambek di saat orang tua tidak bisa memberikan apa yang kita harapkan. Dengan mudahnya kita keluar rumah setelah bangun dari tidur tanpa menanyakan ke orang tua kita apa yang mereka minta. Lantas apakah sempat kita bertanya apa yang mereka lakukan ketika kita tidur siang disaat hujan turun. Atau apa saja yang dilakukan orang tua kita dalam sepertiga malam di saat kita sedang pulas tidur. Jarang sekali dan bahkan tidak pernah sebagian dari kita menanyakan hal-hal tersebut. Di pagi hari uang saku harus ada dikala kita meminta hingga kita lupa untuk minta doa restu dalam bentuk bersalaman. Saat di sekolah kita sudah gregetan untuk marah atau ngambek karena banyak tagihan dari sekolah yang belum bisa dibayarkan orang tua kita. Di kala pulang tanpa mengucapkan salam kita sudah marah karena hal tadi, menanyakan makanan apa sudah siap belum, bagaimana dengan jatah bulanan kita, kapan ayah akan membelikan sepeda motor baru, kapan ayah dan ibu mengajak kita jalan-jalan, kapan aku bisa berangkat sekolah lebih awal tanpa harus jalan kaki dan kehujanan dan kapan kita bisa hidup enak dan nyaman.
Sampai kapan kita akan terus mengeluhkan oran tua kita. Sampai kapan kita akan terus merepotkan mereka berdua. Sampai kapan kita akan terus membebani mereka. Dan ketika mereka sudah tua, kita anggap mereka sebagai beban. Yang mengerikan ada sebagian dari kita mengirimkan orang tua kita yang sudah renta ke panti jompo.
Seperti itukah akhlah kita?
Seperti itukah balasan terhadap orang tua kita?
Akan terus menerus kah kita menjadi beban mereka?
Dan apakah selanjutnya justru kita anggap mereka sebagai beban ketika mereka sudah tidak mampu lagi berjalan?
Sementara jelas dalam Islam, sebesar apapun balasan kita tetap tidak akan pernah setimpal dengan apa yang dilakukan orang tua untuk kita. Yang bisa kita lakukan hanya berbuat baik (birul walidain) selama mereka hidup dan senantiasa mendoakan di kala mereka sudah meninggalkan kita.
Kain putih apa yang akan terlebih dahulu kita lihat saat orang tua kita memakainya?
Kain putih yang membuat kita menyesal begitu dalam saat kita mengenakan kain kafan ke orang tua kita? Atau
Kain penuh deru air mata kebahagiaan saat melihat mereka mengenakan baju Ihram?

Rabu, 04 Januari 2012

Bagaimana cara membangunkan semangat yang luar biasa


Pelajaran ini saya ambil ketika mendapatkan pengalaman luar biasa saat menjalani aktivitas Perjalanan Menuju Puncak Gunung Ungaran. Terkadang kita berpikir bahwa sesuatu hal akan sulit dicapai bahkan mustahil untuk dilakukan jika didasarkan pada logika otak kita. Sementara kita tidak menyadari bahwa sesungguhnya kita masih memiliki power luar biasa yang belum mampu kita jangkau. 
Kenapa kita belum mampu menjangkau power tersebut?
  • Pertama, kita telah mendokmakan (menganggap) diri kita bahwa power atau kemampuan kita hanya sebatas yang kita lihat, kita rasakan dan kita alami saat itu.
  • Kedua, bisa jadi kita tidak memiliki keinginan untuk mendapatkan kemampuan yang luar biasa tersebut.
  • Ketiga, kita belum menyadari bahwa ada kekuatan luar biasa dari dalam diri kita yang dapat kita bangunkan dari tidurnya. 
Sesuai dengan tema blog ini yang berbicara tentang pendidikan, maka saya ambil dari sudut pandang pelajaran luar biasa dari pengalaman tersebut. Nah, sekarang apakah anda ingin membangunkan power tersebut?. Jika memang "Ya" jawabannya, saya akan sedikit berbagi sedikit tips untuk mengatasi hal tersebut. 
  1. Ketika anda hendak menyerah untuk mencapai sesuatu, lihatlah orang-orang yang ada di sekitar anda. Lihatlah orang yang ada di depan anda (dalam hal ini telah berhasil mencapai sesuatu). Perhatikan apa yang dilakukan orang tersebut untuk berhasil. Pelajari bagaimana cara orang tersebut mengatasi masalahnya. Amati bagaimana orang tersebut mengambil tindakan. Contoh kecil : bagi pelajar misalnya dalam pelajaran olahraga tentang lompat tinggi. Perhatikan teman anda dalam melakukan lompat tinggi kemudian pelajari dan lakukan setidaknya sama atau lebih baik dari apa yang dilakukan teman anda. Contoh kedua, bagi pemuda misalnya ketika hendak melewati bebatuan yang tinggi dalam perjalanan mencapai puncak gunung. Lihat, pelajari dan laksanakan seperti apa yang dilakukan teman anda. Bagi pebisnis, contoh kecilnya yaitu lihat, pelajari dan terapkan bagaimana teman anda tetap dapat bertahan dengan usahanya sekalipun orang tersebut harus membayar kredit atau cicilan hutangnya, menggaji karyawan, belanja barang dan menyisakan sedikit hasil bisnisnya.
  2. Berpikirlah bahwa anda bukan yang terburuk, bukan yang terjelek, bukan yang terbodoh, bukan yang termiskin. Yakinlah bahwa di sekitar anda masih ada orang yang lebih buruk kepribadiannya, lebih jelek fisiknya, lebih bodoh dari kepandaiannya dan lebih miskin hatinya. Berprinsiplah bahwa jika orang yang menurut anda memiliki kemampuan di bawah anda (baik secara fisik ataupun logika) namun berhasil mencapai sesuatu, bukankah sudah menjadi kewajiban kalau anda juga harus mampu mencapainya. Bahkan usahakan jauh lebih baik dari teman anda.
  3. Berikan kepercayaan penuh pada diri anda bahwa anda memang mampu mencapai apa yang anda harapkan dengan kemampuan luar biasa yang anda miliki.
  4. Lupakan rasa sakit yang anda alami. Lupakan rasa lelah yang anda rasakan. Lupakan hal-hal sulit yang pernah memojokkan anda. Dengan melupakan hal-hal tersebut, anda akan kehilangan rasa enggan untuk mencapai sesuatu. Anda hanya memiliki semangat juang luar biasa yang kadang tidak anda sadari dan anda rasakan. Anda akan terus berjalan dan berjalan hingga akhirnya berlari untuk mencapai tujuan anda. Inilah yang seketika membakar tekad saya untuk terus melangkah ke depan.
  5. Dan yang paling istimewa adalah dengan meyakinkan diri bahwa Tuhan melihat apa yang kita lakukan. Tuhan juga telah mempersiapkan jawaban ataupun solusi ketika kita mau mengambilnya dan menjadikannya untuk membantu menyelesaikan masalah kita. Kembalikan bahwa semua yang kita miliki termasuk anggota tubuh ini adalah amanah dari Tuhan. Kita ambil contoh kecil ketika tetangga anda meminta tolong untuk menjaga anak-anaknya ketika si tetangga sedang ada  bepergian. Dalam beberapa waktu, si tetangga kembali untuk mengambil anak-anaknya tersebut. Melihat anak-anaknya dalam keadaan yang masih utuh saja si tetangga sudah cukup senang, apalagi melihat anak-naknya dalam keadaan yang lebih baik, lucu dan semakin terlihat bersih, siapa yang tidak senang dan bukan tidak mungkin juga si tetangga akan memikirkan untuk sekedar memberikan hadiah kepada anda. Sama halnya dengan Tuhan, ketika kita dapat menjaga tubuh kita dengan baik dan bahkan lebih baik, Tuhan pasti akan tersenyum dan berpikiran untuk memberikan hadiah untuk kita. Jaga amanah (kepercayaan) dari Tuhan dengan sebaik-baiknya, Tuhan pasti akan memberi hadiah yang tidak pernah kita duga. Jika kita menggunakan tubuh ini untuk berjuang keras untuk terus melangkah ke depan, percayalah bahwa Tuhan pasti akan memberi kekuatan tambahan yang luar biasa untuk membantu kita. Jika kita percaya dengan kekuatan Tuhan yang tanpa batas maka bisa jadi Tuhan akan menitipkan secuil kekuatan tanpa batasnya untuk kita.
Tips ini memang bukan satu-satunya langkah untuk membangkitkan kemampuan luar biasa anda, mungkin masih ada teman-teman dari blog tetangga yang memberikan tips yang lebih baik.