Cerita ini berawal dari saya yang mencoba mencari kebenaran dari seseorang, mencoba memposisikan diri sebagai seorang murid, mencoba menempatkan diri sebagai seorang yang ingin belajar sekaligus mencoba untuk terus berupaya mengambil sudut pandang yang positif dari apa yang akan saya dapatkan.
Hingga saat tiba waktunya, rasa enggan dan malas meniduri pundakku dan membisikkan kebimbangan untuk melangkahkan niatku. Semakin siang warna awan justru semakin nampak hitam. Jadi... apa nggak yaa....!!!!
Saya berpikir sejenak, jika ini saya batalkan tanpa ada halangan yang kuat itu sama artinya saya pantas dipanggil sebagai golongan dari kaum munafik. Berpegang pada komitmen sebagai seorang muslim dan jiwa yang tidak ingin dikatakan sebagai seorang yang plin plan, maka saya mantapkan untuk melaksanakan niat saya.
Benar, bahwa pelaksanaan sesuatu jika dikarenakan niat yang baik, pasti akan mendapat jalan keluar yang kadang-kadang tidak kita duga. Begitu mudahnya saya sampai ke tempat tujuan, padahal sebelumnya saya dikenal teman-teman sebagai "Spesialis Nyasar". Sekali lagi, niat baik saya disambut dengan kehangatan senyuman dan sajian yang memanjakan perut saya.
Beberapa waktu berlalu, pembicaraan pepesan kosong kami awali untuk menyejukkan suasana. Pertanyaan demi pertanyan saya sampaikan secara perlahan dan enjoy untuk dapat menikmati sajian informasi dari orang yang saya ajak sharing. Hingga akhirnya saya mendapatkan jawaban dari apa yang menggumpal di hati saya, gumpalan yang sempat menimbulkan perasaan negative thinking. Jawaban tersebut setidaknya telah kembali menyinari hati saya, bahwa tidak perlu kita terlalu buruk menilai seseorang. Namun, bukan berarti kita menaruh kepercayaan sepenuhnya kepada setiap orang. Terima saja setiap apa yang disampaikan orang lain, hormati setiap keputusannya, junjung tinggi keinginan baiknya, dukunglah dan ajaklah bersama-sama untuk maju jika memang hal tersebut yang dinginkannya.
Untuk Kehati-hatian :
Untuk Positif Thinking :
Saya berpikir sejenak, jika ini saya batalkan tanpa ada halangan yang kuat itu sama artinya saya pantas dipanggil sebagai golongan dari kaum munafik. Berpegang pada komitmen sebagai seorang muslim dan jiwa yang tidak ingin dikatakan sebagai seorang yang plin plan, maka saya mantapkan untuk melaksanakan niat saya.
Benar, bahwa pelaksanaan sesuatu jika dikarenakan niat yang baik, pasti akan mendapat jalan keluar yang kadang-kadang tidak kita duga. Begitu mudahnya saya sampai ke tempat tujuan, padahal sebelumnya saya dikenal teman-teman sebagai "Spesialis Nyasar". Sekali lagi, niat baik saya disambut dengan kehangatan senyuman dan sajian yang memanjakan perut saya.
Beberapa waktu berlalu, pembicaraan pepesan kosong kami awali untuk menyejukkan suasana. Pertanyaan demi pertanyan saya sampaikan secara perlahan dan enjoy untuk dapat menikmati sajian informasi dari orang yang saya ajak sharing. Hingga akhirnya saya mendapatkan jawaban dari apa yang menggumpal di hati saya, gumpalan yang sempat menimbulkan perasaan negative thinking. Jawaban tersebut setidaknya telah kembali menyinari hati saya, bahwa tidak perlu kita terlalu buruk menilai seseorang. Namun, bukan berarti kita menaruh kepercayaan sepenuhnya kepada setiap orang. Terima saja setiap apa yang disampaikan orang lain, hormati setiap keputusannya, junjung tinggi keinginan baiknya, dukunglah dan ajaklah bersama-sama untuk maju jika memang hal tersebut yang dinginkannya.
Untuk Kehati-hatian :
- Terkadang anda ditempatkan pada perahu di atas sungai yang tenang, apakah anda tau apa saja yang ada di bawah anda?
- Terkadang anda berlayar di atas bahtera kapal yang mewah, tahukah anda kapan ombak akan datang menyambut anda?
- Terkadang anda diagungkan layaknya Ikan HIU yang dianggap sebagai penguasa laut, sadarkah bahwa di sekeliling ikan HIU ada ratusan ikan yang menggerogoti kulitnya?
- Terkadang anda dibangkitkan & dimotivasi layaknya seperti lilin, namun tahukah anda bahwa anda bisa jadi habis terbakar?
Untuk Positif Thinking :
- Syukurlah aku belum punya motor pribadi, itu artinya aku dapat menghemat tabunganku dari pada untuk foya-foya keliling kota.
- Syukurlah aku bertubuh pendek, itu artinya aku dapat dengan leluasa memasuki ruangan yang kecil.
- Kalau saja adikku nakal, itu artinya aku dapat belajar untuk menjadi contoh sekaligus pemberi nasihat yang baik.
Alhamdulillah pekerjaan orang tuaku pas-pasan dan aku selalu diminta tolong untuk membantu mereka, itu artinya aku dapat belajar lebih awal bagaimana caranya mandiri dan mendapatkan nafkah.
Alhamdulillah tidak ada fasilitas untuk bermain game di rumah, itu artinya aku memiliki kesempatan untuk belajar lebih banyak dan dapat menghasilkan sesuatu yang lebih bermanfaat.